|
LEBEL adalah nama sebuah group band dari Jakarta yang didirikan pada hari Jumat tanggal 3 Oktober tahun 2003. Setelah mengalami bongkar pasang personilnya beberapa kali yang sebelumnya bernama SIKLUS band, akhirnya secara mantap dan semakin solid LeBeL terus bertahan hingga saat ini dengan personil : Iwan sebagai Vokalis sekaligus Inspirator terciptanya mayoritas lagu-lagu LeBeL, Bayu sebagai Gitaris yang punya banyak peran mengaransemen lagu, kemudian Bagus dengan Bassnya yang punya permainan tenang dan terkesan cool, Eggie pada Drum sebagai salah satu personil termuda dengan bakat otodidaknya mampu menorehkan warna pada musik LeBeL dan terakhir Andrey sebagai Keyboardis melengkapi kesempurnaan panampilan LeBeL dengan talenta bermusic yang dimilikinya. Adalah Heru Mulyono yang bermula niat bisnis didunia music komersial, keyakinannya akan bisnis ini sangat kuat mengingat semasa SMA dia pernah mencipta lagu untuk salah satu penyanyi LOLYPOPRECORD yang dikomandani oleh HENRY SIAHAAN (Suami dari Penyanyi Kondang YUNI SHARA) di Jalan Mangunsarkoro Menteng Jakarta Pusat. Berawal dari pertemuannya dengan Moldy Gitaris RADJA, yang dikenalkan melalui Venny Pareira melakukan beberapa kali pertemuan menjelaskan bakat yang dimiliki Iwan sebagai vokalis dengan warna suara yang khas yang tidak lain adalah keponakannya sendiri. Melihat keinginannya untuk menggeluti music komersial, mengingat saat itu materi yang dimiliki Iwan belum komplit baru punya beberapa lagu, Moldy yang ternyata juga memiki sense ofbussines yang kuat balik menawarkan konsep RADJA band yang dimilikinya melalui Heru dengan contoh lagu dan proposal lengkap. Hal ini ditangkap oleh Heru dengan pemikiran bisa dijadikan barometer untuk melanjutkan niat bussines nya. Dipercaya memegang kendali pada salah satu anak perusahaan SENATAMA Group milik bapak Isfan Fajar Satryo, dan mengingat beliau senang bermusic disodorkanlah dua jenis music pop milik Moldy dan Iwan kepada Bapak Isfan sebagai komisaris Utamanya dan ternyata pada waktu itu beliau mengatakan kedua-duanya bagus dan bisa dikomersialkan, nasib baik pun berlanjut menggapai RADJA yang memang telah siap untuk melanjutkan karier musiknya setelah mengalami kegagalan di album pertama. Konsentrasipun terus dilakukan Heru, waktu demi waktu terus dijalani mengikuti perkembangan Radja dari persiapan Album, pentas disana sini, rekaman di Musica bahkan sampai peredaran kaset dipantau dari Mall ke Mall singkat cerita hanya ada satu pemikiran di benak Heru “Bila Radja gagal” akan dicatatnya point-point kegagalan itu dan “Bila Radja Sukses” maka semakin manambah keyakinannya akan bisnis di dunia music yang akan digelutinya. Genderang semangat pun terus dipompanya,dengan melihat potensi yang dimiliki Iwan, dimintanyalah Iwan mencari personil untuk membuat grup band dan terbentuklah dengan Nama SIKLUS band,yang sempat ditampilkan main beberapa kali bersama Radja (Sebelum mengeluarkan album ke duanya) di Gedung Senatama dimana Heru bekerja dalam acara2 partynya kantor yang disaksikan langsung oleh Bapak Isfan Fajar Satryo, cukup meriah dirasakan untuk acara yang diadakan seukuran kantor Senatama dengan 4 lantai dan satu Penthouse nya. |